Film Doraemon the Movie: The New Record of Nobita’s Spaceblazer merupakan atau dalam bahasa indonesia Doraemon: Petualangan Super Nobita di Planet Koya-koya merupakan remake dari film tahun 1981 yang berjudul The Records of Nobita, Spaceblazer. Dirilis pada tahun 2009, film ini menghadirkan kisah petualangan luar angkasa dengan sentuhan emosi, teknologi futuristik, serta tema yang kuat mengenai persahabatan dan keberanian. Film ini merupakan bagian ke-29 dari serial film Doraemon dan juga film pertama yang dirilis untuk merayakan ulang tahun ke-50 TV Asahi.
Awal Kisah: Mimpi atau Kenyataan?
Cerita dimulai dengan dua karakter dari dunia lain, Roppuru dan Morina, yang tengah bermain di sebuah kapal luar angkasa. Sebuah gempa dahsyat mengguncang kapal, dan insiden petir misterius menyebabkan ayah Morina menghilang secara tragis. Di sisi lain, Nobita yang sedang tertidur bermimpi tentang kejadian itu, dan ketika ia bangun, semuanya tampak seperti mimpi biasa.
Namun, kejadian aneh terus berlanjut. Setelah mengalami kejadian tak menyenangkan di lapangan kosong, Nobita kembali tertidur dan mendapati dirinya bermimpi lagi tentang sosok bernama Chammy dan Roppuru yang tengah dalam pelarian. Hal ini memicu serangkaian peristiwa yang membawa Nobita dan Doraemon ke dalam dunia paralel melalui sebuah pintu dimensi ajaib.
Menemukan Dunia Koya Koya
Setelah bertemu dengan Chammy, makhluk kecil dari dimensi lain, Doraemon dan Nobita dibawa ke sebuah planet bernama Koya Koya. Planet ini dihuni oleh berbagai makhluk cerdas yang hidup damai, namun kini menghadapi ancaman dari sebuah perusahaan tambang yang ingin mengeksploitasi sumber daya alamnya.
Dalam petualangannya, Nobita dan Doraemon berkenalan dengan keluarga Roppuru dan Morina yang menjadi bagian penting dalam cerita. Namun, tidak semua berjalan mulus. Morina bersikap dingin dan tidak percaya pada para pendatang dari dunia lain. Situasi menjadi semakin rumit ketika para penambang mulai menyerang dan menyebarkan kekacauan.
Pertarungan Melawan Ketidakadilan
Ketika Doraemon harus pergi ke dokter bersama adiknya Dorami, Nobita mencoba bertindak sendiri dan justru terseret ke dimensi asing. Meski mengalami kesulitan, ia berhasil kembali dengan bantuan salah satu alat Doraemon.
Pertempuran antara kebaikan dan kejahatan memuncak saat kelompok penambang mulai menggunakan cara-cara licik dan berbahaya, termasuk menjebak dengan bom yang dipasang di pintu dimensi. Namun, semangat kerja sama antara Nobita, Doraemon, dan penduduk Koya Koya tak mudah dipatahkan.
Dengan bantuan alat-alat canggih, kecerdikan Doraemon, serta keberanian Nobita, mereka menghadapi pemimpin penambang bernama Guillermin yang menjadi musuh utama dalam cerita. Konflik memanas hingga pada akhirnya terjadi pertempuran besar yang menentukan nasib planet Koya Koya.
Tema Persahabatan dan Harapan
Film ini tidak hanya menyajikan aksi luar angkasa yang menegangkan, tetapi juga menyentuh aspek emosional yang kuat. Persahabatan antara Nobita dan Roppuru menjadi salah satu poros utama cerita, begitu juga hubungan emosional antara Morina dan ayahnya yang menghilang.
Di akhir film, penonton akan disuguhi momen penuh haru ketika Morina menemukan ayahnya di dimensi lain. Sementara itu, Nobita dan teman-temannya harus mengucapkan selamat tinggal pada dunia Koya Koya, menyadari bahwa pengalaman yang mereka alami akan menjadi kenangan tak terlupakan.

Doraemon the Movie: The New Record of Nobita’s Spaceblazer berhasil memadukan elemen fiksi ilmiah dengan nilai-nilai kemanusiaan seperti keberanian, persahabatan, dan perjuangan melawan ketidakadilan. Dengan visual modern, musik yang menyentuh, serta alur cerita yang padat namun emosional, film ini cocok untuk segala usia—baik penggemar lama maupun penonton baru Doraemon.
Petualangan Nobita dan Doraemon di planet Koya Koya bukan sekadar pelarian dari rutinitas sehari-hari, tetapi juga pengingat bahwa keberanian, harapan, dan rasa percaya bisa mengalahkan kekuatan yang paling menakutkan sekalipun.